Senin, 07 Januari 2019
Sabtu, 02 Desember 2017
PRAMUKA SIAGA ( Semangat mencintai negara, lewat gerakan Pramuka ) #PANTOMIME
PRAMUKA
SIAGA
( Semangat mencintai negara, lewat
gerakan Pramuka )
No:
Nama
Peserta:
Nur
Ahmad Mustofa Fitrianto ( Kelas 4 )
Gusti
Fitra Maulana ( Kelas 5 )
SDN
TRIWUNG KIDUL 2
DINAS
PENDIDIKAN KOTA PROBOLINGGO
2016/2017
PRAMUKA SIAGA
SINOPSIS:
Menceritakan anak-anak pramuka
yang selalu berani, setiakawan dan tidak mengenal putus asa dalam setiap
langkahnya. Karena dengan pramuka anak-anak lebih terbiasa untuk mencintai
Tuhan dan semua makhluk ciptaannya. Sehingga berbuah pada kekuatan dan
keberadaban Negara Kesatuan Republik Indonesia.
PESAN
MORAL:
-
Menjalankan kewajiban terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Indonesia.
-
mengikuti tata krama keluarga.
-
Sebagai siaga berbakti kepada ayah dan ibundanya
-
Sebagai siaga melatih berani dan tidak putus asa
-
Menumbuhkan rasa ketiakawanan
-
Memupuk agar menjadi manusia beradab
-
Menumbuhkan kreatifitas
ALUR
CERITA:
Pada Pagi hari.Tofa dan Gusti
berangkat menuju lapangan Dewi Fortuna Triwung Kidul, yang terletak di pinggir
jalan daerah Laweyan.Tidak biasanya mereka pergi ke lapangan itu, dengan
berpakaian Pramuka lengkap dan membawa bekal yang cukup.
Persami ( perkemahan
sabtu-minggu ) itu tujuan Tofa dan Gusti. Kegiatan aktif dilaksanakan oleh SDN
Triwung Kidul 2, merupakan inisiatif dari kepala sekolah dan dewan guru yang
selalu mendukung kegiatan Pramuka. Karena dengan pramuka mental anak-anak
Indonesia akan lebih beradab.
Sesampai di bumi perkemahan
Tofa, Gusti dan teman-temannya,bahu membahu untuk mendirikan tenda, dengan
dibimbing oleh pembina. Kegiatan mendirikan tenda diawali dari mempersiapkan
perlekanpan berupa tenda, tali, bambu,pacel dan lain sebagainya. Setelah itu
dilanjutkan dengan pemasangan rangka, memasang tenda dengan perlahan dan
memasang pasak diujung sisi-sisi sekeliling tenda. Ketika memasang pasak tak
sengaja tangan Gusti terpukul palu, namun Gusti teteap bertahan dan semangat
untuk mendirikan tenda.Tenda pun telah selesai didirikan. Tofa dan Gusti
meletakkan perbekalan mereka diatas tikar yang telah dihamparkan.
Upacara pembukaan segera
dimulai. Tofa dan Gusti segera bergegas menuju lapangan upacara. Komandan
peleton menyiapakan barisan, termasuk didalam barisan itu ada Tofa dan Gusti,
dengan sigap Tofa dan Gusti melaksanakan aba-aba perintah dari sang komandan peleton
dan pemimpin upacara.mulai dari aba-aba siap, hadap kanan-hadap kiri, aba-aba
hormat, menyanyikan lagu Indonesia raya, aba-aba istirahat di tempat dan bubar
barisan yang menandakan upacara telah selesai.
Setelah Upacara selesai, Tofa dan
Gusti bergegas mempersiapkan diri mereka
untuk penjelajahan. Penjelajahan merupakan hal yang paling disenangi oleh
anak-anak, karena dengan penjelajahan mereka bias berkelililing melihat-lihat
pemandangan yang indah. Namun ketika akan menyebrangi sungai kecil, Gusti
ketakutan, dikarenakan jembatan sungai terbuat dari 1 bambu, yang menghubungkan
dari tepi satu ketepi yang lainnya. Tidak dengan Tofa, dia anak yang pemberani,
Tofa meniti bambu itu dengan gagah berani sampai kesebrang sungai dengan
selamat. Gusti yang awalnya takut, mencoba menenangkan diri dengan minum air
putih dan berdoa agar diberi keberanian mental untuk menyeberangi sungai itu.
Namun tepat ditengah sungai Gusti
MERAH PUTIH ( cinta merah putih, merupakan cinta Indonesia ) #PANTOMIME
MERAH PUTIH
(
cinta merah putih, merupakan cinta Indonesia )
Nomer
Peserta: 65
Nama
Peserta:
I
Gusti Bagus Anom Prabawa Atmaja ( Kelas 3 )
Mirrotus
Shovy Niar Ramadhany ( kelas 5 )
SDN TISNONEGARAN 1
DINAS PENDIDIKAN KOTA PROBOLINGGO
2016/2017
MERAH PUTIH
(
cinta merah putih, merupakan cinta Indonesia )
SINOPSIS
Kisah
kakak beradik yang berniat mengibarkan bendera merap putih di halaman rumahnya,
walau berbagai halangan yang mengahadang, mereka selalu semangat dan bertekat
bulat mewujudkan cita-citanya.
PESAN
MORAL
-
Semangat patriotisme
-
Bendera merah putih sebagai lambang
Negara yang harus dihormati
-
Rasa kepedulian terhadap saudara
-
Gotong-royong
ALUR
CERITA
Sepulang sekolah Niar dan Gusti
menulusuri jalan. Saat itu awal bulan Agustus, dimana bendera merah-putih
menghiasi sepanjang jalan. Niar menghentikan langkah Gusti, mereka berdua
merasa harus memberi hormat kepada sang merah-putih.Niar dan Gusti pun
berinisiatif untuk ikut mengibarkan bendera merah-putih didepan rumahnya. Bergegaslah
pulang.
Niar dan Gusti merupakan kakak
beradik, sesampai dirumah. Segera mereka bergegas ganti baju dan dengan
semangat mewujudkan niatnya, untuk mengibarkan bendera didepan rumahnya.
Niar dan Gusti mengambil
peralatan-peralatan untuk menggali tanah, memotong bambu dan tali. Gusti kecil
mengawali dengan menggali lubang di tanah, sedangkan kakanya Niar
melihat-lihat, Namun setelah Niar
menggantikan posisi Gusti untuk menggali lubang, tanpa dia sengaja mengenai
kaki Gusti. Gusti menangis merengek-rengek, segera Niar mengambilkan obat dan
minum. Setelah keadaan mulai membaik, Niar dan Gusti melanjutkan kegiatannya
tersebut.
Niar mengambil bambu yang
tumbuh disebelah rumahnya, Gusti yang kakinya masih terluka masih tetap
semangat, walau sesekali Niar melarangnya untuk membantu. Dengan semangat Niar
dan Gusti bahu-membahu untuk membuat tiang bendera didepan rumahnya.
Tidak sia-sia apa yang telah
mereka kerjakan, alhasil bendera merah-putih telah berkibar didepan rumahnya.
Bergegas Niar dan Gusti memberikan hormat kepada sang saka merah-putih
tersebut.
HENA DAN HENI ( cita-cita menjadi pianis, diawali cinta bermain piano ) #PANTOMIME
HENA DAN HENI
(
cita-cita menjadi pianis, diawali cinta bermain piano )
Nomer
Peserta: 29
Nama
Peserta:
Rachelia
putri ( kelas 4 )
Fadila
naura masfufa ( kelas 5 )
SDN SUKABUMI 1
DINAS PENDIDIKAN KOTA PROBOLINGGO
2016/2017
HENA DAN HENI
(
cita-cita menjadi pianis, diawali cinta bermain piano )
SINOPSIS
Menceritakan
anak-anak yang yang riang gembira bermain piano, sebagai perwujudan cita-cita
mulia dan demi kemajuan seni musik di kota Probolinggo.
PESAN
MORAL
-
Menumbuhkan kreatifitas
-
Semangat dalam meraih cita-cita
-
Berakit-rakit dahulu, bersenang-senang
kemudian
-
Belajar mandiri
ALUR
CERITA
Sore hari Hena pergi kerumah
Heni, mereka berdua telah berjanji untuk memetik mangga dihalaman rumah Heni.
Sesampai dirumah Heni. Hena segera mengetok pintu, memastikan Heni ada didalam.
Dibukakanlah pintu, dan bergegaslah mereka menuju halaman rumah Heni, yang
tumbuh pohon mangga manalagi. Mangga manalagi merupakan buah khas kota
Probolinggo. Heni melihat-lihat buah mangga, sedangkan hena mengambil gurung (merupakan alat terbuat dari bambu dengan ujung terbelah, dibentuk seperti sarang), untuk memetik
buah mangga manalagi tersebut. Dengan penuh gembira mereka pun mulai mememetik
dan mengumpulkan buah mangga manalagi tersebut.
Rujakan mangga banyak disukai
warga kota Probolinggo, karena buah mangga manalagi sangat lezat, bergizi dan
terkandung banyak vitamin. Hena dan heni membuat rujak bersama-sama. Hena
mengupas mangga, sedangkan Heni membuat bumbu rujak. Mereka sangat
senanng,memekan rujak mangga buatannya. Sesekali Hena usil dengan menambahkan
banyak cabe pada bumbu rujak tersebut, dan mempersilahkan Heni untuk
mencicipinya. Heni pun merasa kepedasan, diambillah air minum, sedangkan Hana
tertawa terbahak-bahak. Rujakan pun telah selesai.
Sore itu Heni baru ingat ada
kegiatan les Piano dirumah pamannya. Heni mengajak hena untuk ikut les piano
tersebut. Bergegaslah mereka keluar rumah. Namun ternyata rintik hujan mulai
membasahi bumi. Heni segera mengambil payung dan dengan semangat bergegas kerumah
pamannya yang tak begitu jauh jaraknya.
Sesampai dirumah paman heni.
Mereka mengetok pintu dan melihat-lihat dari jendela, untuk memastikan pamannya
ada di rumah. Dibukakanlah pintu dan segera masuk keruang latihan piano. Namun
saat itu pamannya lagi sibuk dan mempersilahkan Hena dan Heni untuk berlatih
sendiri.
Hena dan Heni mempersiapkan
piano untuk berlatih. Hena mennyalakan piano sedangkan Heni mengambil partitur
lagu yang biasa dia pelajari. Heni mengajari Hena notasi berupa: do, re, mi,
fa, so, la, si. Hani karna terlalu semangatnya sampai terbatuk-batuk. Heni
mengambil air minum, untuk merdakan batuknya.
Heni memainkan piano dasar yang
telah diajarkan pamannya, sedangkan hena menirukannya. Beberapa kali berulang,
sampai hena benar-benar paham. Namanya saja baru pegang piano, terkadang tangan
Hena tidak terkontrol untuk memencet piano tersebut.
Dan
setlah pamannya datang Hena dan Heni meminta ijin untuk pulang kerumah.
FOTOGRAFER CILIK #PANTOMIME
FOTOGRAFER
CILIK
Imeliya
Yulanda ( kelas 4 )
Melisa
Septya Abas ( kelas 4 )
SDN
TRIWUNG KIDUL 3
DINAS
PENDIDIKAN KOTA PROBOLINGGO
2016/2017
FOTOGRAFER CILIK
SINOPSIS
Menceritakan anak-anak yang
sedang bermain dihalaman rumah yang riang gembira. Bermain rias wajah, bermain
fashion, barmain model-modelan dan bermain foto-fotoan. Ilmu yang didapat dari media elektronika dan
Lingkungan sekitar.
PESAN
MORAL
-
Menumbuhkan keberanian
-
Fotografi merupakan hal yang perlu
dikenalkan kepada anak-anak.
-
Cinta kasih sesame
-
Pengaruh media terhadap perkembangan
anak, diperlukan pengawasan.
-
Cita-cita sebagai fotografer yang
berakhlak mulia
ALUR
CERITA:
Pada siang hari, Zakiyah sedang
asik menonton acara televisi, sedangkan Rani ( kakak dari Zakiyah ) mengambil
makan dan bergegas menonton televisi bersama. Kebetulan siaran televisi,
menyiarkan acara tentang dunia fashion
anak. Rani adalah kakak yang baik dia
selalu perhatian terhadap adiknya, dengan sesekali menyuapi makan.
Terinspirasi Acara televisi
tersebut, Rani punya ide untuk meniru acara tersebut. dijadikanlah zakiyah
untuk jadi kelinci percobaannya, Rani menyuruh zakiyah untuk duduk untuk
didandani wajahnya, dengan kemampuan yang didapat dari game berdandan, mulailah Rani mengambil main-mainan perlengkapan
make up dan langsung melancarkan aksinya.
Selfie ( jenis potret diri yang diambil sendiri dengan menggunakan
kamera digital atau telfon kamera )
berupa foto narsis sendiri maupun kelompok. Budaya selfie berpengaruh pada Rani, sehingga Rani berinisiatif untuk
mencoba menjadi seorang Fotografer. Mulailah
lagi Rani mengambilkan zakiyah baju dan menyuruhnya untuk ganti baju.
Zakiyah dijadikannya model oleh
Rani. Terkadang Zakiyah disuruh duduk, tidur-tiduran dan menyuruhnya untuk
berjalan-jalan seakan-akan menjadi model diatas catwalk, sedangkan Rani sendiri bertugas seakan-akan menjadi
Fotografer yang handal dan didalam hatinya berkata “ akulah fotografer cilik “
BOLANG #PANTOMIME
BOLANG
(
cinta kasih sesama teman )
NO:
Nama
Peserta:
Febri
Hari Saputra ( kelas 5 )
Kelvin
Dwi Cahyono ( kelas 4 )
SDN
KADEMANGAN 2
DINAS
PENDIDIKAN KOTA PROBOLINGGO
2016/2017
BOLANG
(
cinta kasih sesama teman )
SINOPSIS
Mengisahkan kesetiakawanan
anak-anak desa yang berbeda karakter, namun mereka saling pengertian satu sama
lain, walaupun dalam kesetiakawanannya itu butuh pengorbanan dan proses.
PESAN
MORAL
-
Saling pengertian sesama teman
-
Tolong menolong penuh cinta
-
Melestarikan permainan tradisional
-
Menumbuhkan keberanian
-
Membuang sifat iri dan dengki
ALUR
CERITA:
Sodik sedang mencari temannya
yang bernama “ Karibun “, ternyata Karibun sengaja bersembunyi
disemak-semak.Setelah bertemu Sodik dan Karibun pun bermain petak umpet. Dimulailah dengan hompimpa untuk menentukan siapa yang jadi kucing dan siapa yang
menjadi buruannya. Sodik jadi kucing sedangkan Karibun jadi buruan. Mulailah
mereka bermain petak umpet. Sodiq kebingungan mencari Karibun, dicarinya
kesana-kemari, pada akhirnya Sodiq mencarinya ke toilet umum milik RW
setempat.Ketemulah Karibun disana.
Setelah
itu mereka membuat ketapel (mainan anak-anak yang
terbuat dari kayu berbentuk huruf “Y”) .mulailah mereka berbagi tugas, Karibun
mencari Kalep dan pentil, sedangkan Sodik mencari kayu dan membentuknya seperti
huruf “Y”. Beberapa saat kemudian jadilah ketapel yang mereka harapkan. Ketapel
yang identik dengan permainan anak ini, awal mulanya digunakan untuk berburu
bahkan untuk berperang. Asalkan digunakan untuk tujuan kebaikan, ketapel bisa
bermanfaat untuk melatih kemampuan motorik.
Mulailah Karibun dan Sodik beradu ketepatan membidik, ditaruhlah kaleng sebagai
target bidikannya.Karibun yang mentalnya cenderung arogan mencoba membidik kaleng tersebut, ternyata meleset/tidak mengenai
target. Dan dicobalah Sodiq yang mentalnya cenderung tenang dan damai membidik
dengan ketapel yang dibuatnya itu. Alhasil bidikannya pun tepat sasaran.
BIM SALABIM ( bermain sulap-sulapan ) #PANTOMIME
(
bermain sulap-sulapan )
No:
Nama
Peserta:
Much
Hizzam Ar Raffi ( kelas 5 )
Nanda
ikhsan ( kelas 5 )
DINAS PENDIDIKAN KOTA PROBOLINGGO
2016/2017
BIM
SALABIM
(
bermain sulap-sulapan )
SINOPSIS
Menceritkan
anak-anak kota Probolinggo yang riang gembira,bermain sulap-sulapan dihalaman
rumahnya, sebagai wujud cita-cita yang mulia dan merupakan ilmu yang bermanfaat
bagi mayarakat.
PESAN
MORAL
-
melatih mental percaya diri
-
menjadi orang sabar dan pemaaf
-
sulap sebagai hiburan secara internal maupun eksternal
-
Sulap sebagai sarana pendidikan
-
Sulap dapat mencairkan suasana
-
Sulap sebagai ajang kreatifitas
-
Segala kekuatan hanya milik Allah SWT.
ALUR
CERITA
Pada saat beramain petak umpet,
Cuplin merasa kesal mencari-cari Bombom dan ternyata Bombom telah bersembunyi
lama di WC Umum milik warga sekitar. Karena jengkel Cuplin pun menutup kamar
mandi, sehingga Bombom tidak bias keluar. Bombom menangis merengek-rengek agar
dibukakan pintu, namun Cuplin tidak menghiraukannya. Bombom gendut merasa
kesal, akhirnya dengan sekuat tenaga, Bombom mendobrak pintu WC umum tersebut.
Setelah keluar Cuplin merasa ketakutan kepada Bombom, Cuplin segera meminta
maaf kepada Bombom. Bombom yang terkenal penyabar, segera memaafkan perbuatan
Cuplin, dan berharap Cuplin tidak mengulai perbuatan tercelanya itu.
Minggu yang cerah, Cuplin
mengajak Bombom bermain sulap-sulapan. Layaknya pesulap yang telah beraksi di
sekolahnya kemarin lusa. Diambillah kartu remi bergambar,yang telah dibelinya
dihalaman sekolah. Cuplin merupakan anak dari seniman sulap yang terkenal di
kota Probolinggo, ia mencoba memainkan kartu, lalu menyuruh Bombom untuk
mengambil salah satu dari tumpukan kartu.Cuplin menebak kartu yang telah
dilihat dan diingat Bombom sebelumya, alhasil Cuplin biasa menebaknya dengan
sempurna. Bombom merasa terhibur oleh permainan sulap Cuplin. “ ilmu jika tidak
diamalkan bagaikan pohon tanpa buah” begitulah pepetah yang selalu
diingat-ingat Cuplin, hasil dari pelajaran sekolah. Cuplin mengajari Bombom
trik sulap sederhana, yaitu trik sulap jari-jari, namun Bombom kesal dan tidak
biasa menirukan yang telah diajarkan Cuplin, walaupun diawalnya hampir
berhasil.Cuplin merasa gemas dan menggelitiki Bombom.
Diawali dengan hompipa
permainan sulap-sulapan berlanjut. Cuplin menang dalam adu jari, Bombom pun
jadi peraga. Cuplin seakan-akan menjadi pesulap. Dengan komat-kamit menirukan
gaya pak Tarno ( pesulap idola anak-anak ) dia ucapkan “ bim sala bim jadi apa
..prok prok prok “ sambil mengarahkan tongkat ajaibnya kearah Bombom. WOW
ternyata Bombom mencadi Kodok, Melompatlah Bombom kesana kemari ;yang
sebelumnya, seakan-akan telah tertutupi kain. Cuplin mengakhiri sok-sok-an menjadi pesulap itu dengan
berkata “ bim sala bim Prok prok prok “, Bombom menjadi normal seperti sedia
kala. Cuplin yang telah membuat Bombom kecapekan, mengajak untuk bermain
sulap-sulapan mirip Gamar Jobat sang komedian sulap asal jepang. Beratraksi
seakan-akan naik lift dan escalator.Atraksi masih berlanjut Cuplin
pun beratraksi seakan-akan menjadi limbad ( pesulap misterius dan kuat ). Tapi
harus tetap diingat, segala kekuatan tetaplah dari Allah SWT.
Jumat, 01 Desember 2017
Langganan:
Postingan (Atom)




























































